Mojokerto - Akhir pekan lalu, kami menghabiskan waktu dengan jalan-jalan santai bersama si kecil. Setelah seminggu disibukkan dengan urusan rumah, rasanya ingin sekali mengajaknya bermain di luar sambil menikmati udara segar. Kami memilih untuk tidak pergi terlalu jauh, hanya ke Pendopo Trowulan—entah sudah berapa kali kami berkunjung ke sana. Sesampainya di lokasi, si kecil langsung excited melihat rusa-rusa di balik pagar besi. Beberapa rusa bahkan berdiri cukup dekat, tampak jinak dan seolah penasaran dengan para pengunjung.
Setelah membeli dua ikat kangkung untuk diberikan kepada rusa, awalnya anakku hanya memegang kangkung dengan sedikit ragu dan terlihat takut. Aku mencoba menenangkannya dengan lembut, mengatakan bahwa tidak perlu khawatir karena rusanya jinak. Perlahan, dia mulai memberanikan diri, melangkah maju, dan mengulurkan kangkung itu. Saat rusa mulai memakan langsung dari tangannya, dia tampak terkejut, badannya refleks sedikit mundur, tapi ia tertawa geli.
Melihat keberaniannya muncul dan senyum bahagianya benar-benar memberi kebahagiaan tersendiri. Dari momen sederhana seperti ini saja, dia bisa belajar banyak hal—mulai dari keberanian, rasa kasih terhadap hewan, hingga pelajaran bahwa berbagi dengan sesama makhluk hidup itu bisa sangat menyenangkan dan membawa kebahagiaan di hati.
Setelah itu, bermodalkan dua bungkus pelet ikan kami jalan ke kolam ikan yang gak jauh dari situ. Airnya agak kehijauan, tapi di dalamnya banyak banget ikan nila warna oranye dan hitam yang berenang ke sana-sini menyambar pakan yang dilempar. Si kecil langsung semangat lagi, teriak “Ikan! Ikan!” sambil nunjuk-nunjuk.
Aku duduk diam menikmati momen saat dia tertawa. Rasanya nyaman sekali, seolah dunia jadi begitu damai. Ternyata kebahagiaan itu sama sekali tidak harus dicari jauh-jauh atau diraih dengan hal yang mahal. Kadang, hanya dengan menghabiskan waktu bersama dan melihat anak tertawa sudah lebih dari cukup.
Setelah selesai bermain, kami beristirahat di pendopo. Sambil duduk santai, kami menikmati minuman dingin dan pentol yang sudah kami beli sebelumnya. Tempatnya terasa sejuk dan menenangkan, sementara si kecil dengan antusias bercerita tentang rusa yang ia beri makan kangkung dan ikan-ikan yang berebut makanan. Aku hanya tersenyum mendengarkan celotehnya, sesekali menanggapi pertanyaan-pertanyaannya.
Hari itu mengajarkan sesuatu yang berharga; menjadi ibu tidak selalu berarti harus memberikan hal-hal besar untuk anak. Justru momen-momen kecil seperti ini yang akan terus teringat di hatinya. Cukup dengan menemani, mendengarkan, lalu menikmati kebersamaan.
Terkadang, kebahagiaan seorang anak tidak berasal dari perjalanan jauh atau mainan mahal. Waktu dan perhatian kita sudah lebih dari cukup bagi mereka. Nyatanya, kebahagiaan bisa sesederhana melihat senyum mereka yang tulus💕



Posting Komentar
Posting Komentar