Di belakang rumahku ada sebuah sungai kecil yang oleh warga sekitar disebut Sungai Kanal. Mungkin bagi orang lain sungai ini hanya aliran air biasa, tapi bagiku sungai ini menyimpan segudang kenangan indah waktu saya dan teman-teman yang sekarang hampir kurang lebih 30 tahun yang lalu.

Dulu, Sungai Kanal adalah surga kecil bagi para pemancing kampung. Dengan peralatan sederhana joran bambu yang diraut halus, seutas senar, kail kecil, dan umpan cacing terkadang laron jika musim penghujan, kita sudah bisa pulang membawa ikan untuk lauk makan.


Ikan-ikan yang sering kami dapat pun beragam seperti : Wader, uceng, bader, keting, udang sungai, belut atau ikan lele jika sedang beruntung. Bayangkan betapa serunya! ketika kita belum mengenal gadget mainan kita salah satunya adalah mancing di sungai, bercanda dengan teman sebaya, menunggu pelampung kecil bergerak. Begitu kail disambar, rasanya hati degdegan.


Namun, semua itu kini hanya tinggal cerita. Setelah orang-orang kurang kesadarannya akan ekosistem disungai mereka mulai menggunakan setrum dan obat kimia untuk mencari ikan, Sungai Kanal tak lagi sama. Ikan-ikan hilang, suasana ramai pemancing perlahan berganti sepi.


Sekarang, kalaupun ada yang memancing, biasanya hanya ketika musim hujan. Saat air meluap lalu surut, barulah ikan-ikan ada lagi. Tapi sayang, tak lama kemudian muncul lagi orang-orang dengan setrum atau racun, merusak keseimbangan sungai.


Kadang aku membayangkan, andai saja ada aturan tegas di daerah ini yang melarang penggunaan setrum dan bahan kimia di sungai, mungkin Sungai Kanal bisa kembali seperti dulu. Bayangkan betapa indahnya jika di sepanjang bantaran sungai berjajar orang memancing lagi, dengan tawa dan cerita khas kampung.


Sungai kecil ini sebenarnya punya potensi besar. Selain sebagai tempat bermain dan mancing, sungai juga bisa jadi ruang kebersamaan warga. Tapi sayangnya, semua itu perlahan hilang bersama ikan-ikan yang dulu pernah menghidupinya.


Kenangan di Sungai Kanal akan selalu melekat, walau keadaan sekarang sudah berubah. Semoga suatu saat ada kesadaran untuk menjaga sungai, supaya anak-anak di masa depan bisa merasakan keseruan yang sama seperti kami dulu.

Baca Juga

Related Posts